Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat berdialog dengan salah satu pedagang cabai. foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menegaskan bahwa kenaikan harga cabai saat ini dipastikan bukan karena adanya aksi penimbunan oleh sejumlah oknum.
Menurut Tutik, tak mudah menimbun cabai mengingat aneka jenis cabai merupakan bahan pokok segar yang sulit bertahan dalam waktu lama.
BACA JUGA:
- Situs Ndalem Pojok Kediri Gelar Ruwat Agung, Napak Tilas Pergantian Nama Kusno Jadi Soekarno
- Polsek Kediri Kota Ringkus 2 Pelaku Curanmor
- Ruang Kepsek dan TU MTsN 1 Kota Kediri Terbakar, Gus Qowim Pastikan KBM Tidak Terganggu
- Festival Literasi Kediri 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Vinanda Dorong Budaya Baca di Era Digital
Senada dengan Tutik, Yayuk Anisa, Petugas Penyuluh Lapangan PPL di Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengatakan di wilayahnya tidak ada petani maupun masyarakat yang mempunyai sarana cold storage sebagai tempat penyimpanan yang memadai bagi bahan pokok.
Menurut Yayuk, kenaikan harga cabai rawit disebabkan dampak cuaca buruk sehingga banyak lahan petani gagal panen. "Hal ini berpengaruh pada mahalnya harga cabai di pasaran yang kini mencapai 125.000 rupiah per kilogram," kata Yayuk.
Sementara menyikapi kenaikan harga cabai ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melakukan sidak aktivitas jual beli cabai di Pasar Induk Komoditi Sayur Buah dan Pangan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Rabu (10/3/2021).
“Memang tidak bisa dipungkiri ini ada faktor cuaca ekstrem terjadi di seluruh Indonesia harga cabai ini naik,” katanya.
Merespons kondisi tersebut, bupati yang akrab disapa Mas Bup Dhito meminta dinas perdagangan terus berkomunikasi dengan dinas pertanian dan perkebunan untuk memonitor pergerakan produksi dan perkembangan harga cabai di Kabupaten Kediri.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




